July 19, 2012

Alas Kaki-ku sayang...

Aku bukan pengamat ataupun penggila fashion. Sebagian besar barang-barang yang kubeli (pakaian & alas kaki) disesuikan dengan fungsinya. Dalam hal pakaian, aku tidak menuntut keren atau bagusnya bahan, tetapi lebih ke arah nyaman (melindungi tubuh dari cuaca dan sesuai ukuran). Inilah alasannya kenapa bajuku kebanyakan longgar dan berbahan agak tebal. Kalau alas kaki, aku cuma butuh sendal dan sepatu untuk kuliah. Meski beberapa kali ibuku bilang agar aku mulai membeli sepatu/ sendal berhak tinggi, hanya sekali aku menurutinya dengan membeli sendal berhak 3cm menjelang Idul Fitri tahun lalu (itu juga akhirnya dipakai kakakku setelah lebaran).

Mengenai sepatu, aku paling suka sepatu kets atau sneakers. Selain bahannya yang tidak membuat gerah, kesannya santai. Sempat aku berpikir untuk membeli sneakers berhak tinggi karena merasa terlalu pendek jika bersanding dengan cowokku yang tingginya 180an cm (aku 160an cm), namun lagi-lagi aku berpihak pada "fungsi". "Sepertinya yang begituan bakal jarang kepakai"

Himitsu no Akko-chan (live action)






"Himitsu no Akko-chan" dingkat berdasarkan manga populer karya Akatsuka Fujio, yang pertama kali diserialisasikan di majalah manga untuk perempuan, Ribbon, pada tahun 1962. Manga ini telah diadaptasi menjadi beberapa anime selama 50 tahun mulai tahu 1969 oleh Toei Animation dan ditayangkan pada saluran TV Asahi.

Mainan Hadiah dari SNACK



Yang paling menyenangkan di masa kecil adalah ketika bermain-main bersama teman-teman. Salah satunya adalah bermain boneka ataupun toys. Karena memang menyenangkan, tak heran orang dewasa (berumur) pun tetap banyak yang suka memainkannya (termasuk aku). Tentu dengan penambahan mengenai "tingkat kesulitan", misalnya merakit model kit, atau sekedar menjadi kolektor.