April 17, 2012

Androgini

Androgini adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pembagian peran yang sama dalam karakter maskulin dan feminin pada saat yang bersamaan. Istilah ini berasal dari dua kata dalam Bahsa Yunanai yaitu ανήρ (anér, yang berarti laki-laki) dan γυνή (guné, yang berarti perempuan) yang dapat merujuk kepada salah satu dari dua konsep terkait tentang gender. Artinya pencampuran dari ciri-ciri maskulin dan feminin, baik dalam pengertian feshion, atau keseimbangan antara "anima dan animus" dalam teori psikoanalitis.

Seorang androgini dalam arti identitas gender, adalah orang yang tidak dapat sepenuhnya cocok dengan peranan gender maskulin dan feminin yang tipikal dalam masyarakatnya. Mereka juga sering menggunakan istilah ambigender untuk menggambarkan diri mereka. Banyak androgini yang menggambarkan dirinya secara mental "di antara" laki-laki dan perempuan, atau sama sekali tidak bergender. Mereka dapat menggolongkan diri mereka sebagai orang yang tidak bergender, a-gender, antar-gender, bigender, atau yang gendernya mengalir (genderfluid).

Seringkali tampilan androgini mengarah kepada sosok seorang model. Kecenderungan model wanita yang bermuka tegas dan model pria yang lebih kalem sudah menjadi budaya. Dan berikut para model androgini yang sangat cantik dan memukau.

Andrej Pejic



Andrej Pejic yang lahir di Bosnia Herzegovina tahun 1991, sejak kecil selalu merasa dirinya berbeda dari laki-laki lain. Ia senang melakukan kegiatan perempuan seperti bermain boneka, serta tertarik pada gaun dan perhiasan. Ketika usia 17 tahun, ia bertemu seseorang yang mengetahui bakatnya, lalu foto-fotonya dikirimkan ke Chadwick Model dan Andrej pun memutuskan untuk menunda kuliah dan mengejar karirnya sebagai model. Setelah beberapa kali sukses tampil di Melbourne Fashion Week, Andrej memutuskan untuk mencoba peruntungan ke London, Paris atau Tokyo, meskipun tak ada yang dapat menjamin dengan pasti bahwa ia akan diterima dengan baik di kota-kota fashion tersebut.

Nostalgia Bahagia

Suatu ketika tiba-tiba saja aku ingin melihat-lihat foto-foto masa kecil. Langsung saja kuambil album-album foto yang tersimpan di bufet ruang tamu bagian paling bawah. Siapa sangka lebih dari 10 album mini kami hampir ludes terkena jamur, diakibatkan kondisi lembab yang entah dari mana.

Secepat mungkin kekeluarkan satu-persatu foto-foto itu dari balik plastik pelindungnya, berharap masih banyak yang bisa diselamatkan. Ketika pulang menuju Yogyakarta, aku segera men-scan semuanya, kemudian melakukan perbaikan sebisanya.

Aan, Aku, mbak Sufi

Satu-satunya foto ketika berlibur ke Pantai Grajagan yang bisa terselamatkan. Aku lupa kapan tepatnya foto ini diambil.