September 6, 2012

Won & Yen


Yen (atas) & Won (bawah)


Won dan Yen adalah anak Rupee, kucing blasteran jenis Angora. Sebelumnya pernah kuceritakan bahwa mereka merupakan anak pertama Rupee dan Dollar, kucing teman kakakku di Surabaya. Karena kucingnya sudah terlalu banyak, teman kakakku memberikan salah satu kucingnya, yaitu Rupee. Tak lama setelah dibawa ke Banyuwangi, Rupee melahirkan dua anak yang kemudian kami beri nama Won (mata uang Korea Selatan) untuk yang berkelamin jantan dan Yen (mata uang Jepang) untuk yang berkelamin betina.


Yen tidur di kaki kakakku


Yen lahir lebih dulu daripada Won. Meski demikian, ukuran Won lebih besar dan panjang. Untung saja bulu Yen yang rapat membuatnya lebih tampak gemuk. Waktu kecil, jidat Yen jenong dan matanya sangat sipit karena sering belekan. Menurut kami mukanya mirip barongsai...haha.


Yen menjilati (memandikan) Won


Yen lebih gesit dan banyak tingkah ketimbang Won. Ia suka sekali bermain-main dengan apapun di sekitarnya, terlebih serangga dan hewan-hewan kecil. Akhir-akhir ini Yen sering memakan hewan-hewan itu setelah dibuatnya teler. Entah kenapa kebiasaan barunya ini membuatnya kurang selera makan, seperti anak kecil yang kebanyakan makan snack saja :P. Hobi lain Yen adalah menjilati Won yang sedang beristirahat. Mungkin ini tanda sayangnya kepada si adik :).


Won tidur di lantai


Won tumbuh dengan cepat hingga melebihi Yen. Sepertinya faktor utamanya karena dia jantan. Warna bulu Won yang abu-abu gradasi putih sangat mirip dengan Siberian Husky, lengkap dengan ekor panjangnya. Banyak yang bilang Won bagus dan keren, hingga ingin memeliharanya.


Yen mandi pagi


Won pernah sakit hingga kakinya pincang. Waktu itu dia kurus sekali hingga tampak lebih kecil dari Yen. Untungnya setelah diobati oleh Bapakku, dia berangsur-angsur sehat.


pose tidur Won


Won suka sekali tidur. Setiap kali kenyang, suasana mendukung, serta dalam kondisi malas bermain dengan Yen, dia pasti mencari tempat yang yahut untuk merenahkan diri, kemudian tidur. Tempat tidur favoritnya adalah di pangkuan kakakku. Sempat ada kejadian waktu lebaran kemarin Won pipis di tumpukan baju yang baru dilipat. Awalnya kami mengira Won ingin tidur, mencari tempat yang hangat, namun ternyata sepertinya dia bermaksud menandai wilayahnya (biasanya 2 kucing ini tidak pipis/ pup sembarangan).


pose tidur Yen


Karena aku tidak di rumah, aku tidak tahu perkembangan Won & Yen selanjutnya setelah lebaran. Berita terakhir dari kakakku, tumben-tumbenan mereka pup di tempat sholat...belepetan pula...hahaha. Sepeninggal Rupee (dicolong orang), hanya Won & Yen kucing yang kami punya. Semoga ketika dewasa mereka kawin dan menghasilkan anak yang lucu-lucu XD


No comments: